Dalam artikel ini memang saya sedikit membandel karena terpaksa deh…. Semoga aja dalam pembuatan artikel tentang dampak negative menyalakan laptop langsung listrik tanpa batre tidak seperti penuturan dibawah ini. Pada millennium ini , laptop sudah merupakan perangkat penting untuk mendukung aktivitas kita. Di saat kita sedang beraktivitas dengan laptop dan kemudian baterai laptop habis, tentu akan repot jika kita harus menghentikan aktivitas kita di laptop untuk mengcharge baterainya. Kebanyakan orang mencharge laptop sambil mengoperasikan laptop. Tetapi di sampig itu banyak sekali opini dari orang - orang bahwa bermain laptop sambil charge dapat membuat baterai cepat drop dan kembung. Tetapi ada juga pendapat, justru kalau bermain laptop langsung dari listrik tanpa menggunakan baterai justru dapat merusak perangkat laptop.Sebenarnya keduanya tidaklah salah, tetapi perlu diketahui kalau bermain laptop tanpa menggunakan baterai dan langsung dari listrik justru berdampak lebih fatal. Jika menghidupkan laptop langsung dari listrik dan tanpa baterai, listrik akan langsung menuju hardware tanpa melakukan penyesuaian tenaga, sehingga hardware menerima tegangan listrik yang berlebihan dan mempercepat kerusakannya. Selain sebagai penyimpan daya, baterai juga berfungsi sebagai penyesuai arus listrik yang masuk ke komponen agar tidak terlalu tinggi.
Selain itu, jika pemadaman listrik atau listrik PLN tidak stabil, tentu sangan membahayakan motherboard dan hardisk. Lebih baik baterai laptop yang mengalami kerusakan daripada motherboard ataupun hardisk yang harganya lebih mahal jika dibandingkan dengan baterai. Lagi pula kinerja baterai laptop biasanya akan menurun kualitasnya pada usia 2-3 tahun.
Berikut lebih jelasnya bahaya - bahaya menggunakan laptop tanpa baterai :
- Menyalakan laptop dengan AC power dengan kondisi baterai dicopot dapat mempercepat kerusakan komponen elektronik dalam laptop, karena komponen - komponen tersebut akan menerima tegangan dan arus listrik yang berlebihan.
- Menyalakan laptop dengan AC power dengan kondisi baterai dicopot tetapi menggunakan stabilisator/USP sedikit banyak juga dapat mempercepat kerusakan komponen elektronik dalam laptop karena tegangan dan arus lisrik akan langsung menuju ko komponen di dalam laptop tanpa penyesuaian tegangan (voltage convertet) dan sirkuit pengatur (regulator circuit).
- Kalau misalkan listrik tiba - tiba mati dan laptop juga ikut mati mendadak, dan hal itu terjadi beberapa kali efeknya adalah Hardisk, RAM, Processor kemungkinan bisa rusak.
- Bahkan sebelum mati listrik pun, laptop sudah terancam duluan karena jika listrik tempat adapter tidak sehat, maka listrik tersebut akan merusak hardware laptop secara langsung. Jelas lebih baik memasang baterai, karena kemungkinan paling buruk adalah baterainya saja yang drop. Ini lebih baik daripada hardware lainnya juga ikut mati.
Semoga pembaca melakukan secara bijak terhadap laptop anda. Memang kali ini saya membuat artikel menggunakan laptop tanpa batre yak arena batrenya baru dipinjam. hehehe semoga tidak fatal dan berharap cukup sekali ini saja dan di kemudian saya tidak melakukannya lagi.
Bagi keluarga di rumah mungkin saat kita membutuhkan sesuatu yang asli nya gampang dan kita bisa melakukannya tapi kita hanya susah mengingatnya. Seperti hal kecil ketika kita berbuka puasa dengan menu yang enak lezat serta bergizi pasti kita langsung terpesona tanpa melihat efeknya.
Tentunya saat kita berbuka puasa kadang kita menjumpai menu makanan yang pedas dan pastinya membuat bibir kita kriting mungkin? Hehehehe nah seperti itu kita perlu dengan segera ingin membuang rasa pedas yang berlebihan tersebut teapi kita bingung dengan apa ya…..? Seperti kita kepedesan makan rujak kita langsung minum hangat pasti malah tambah Hot karena kita salah memilih tips keluarga.
Nah di bawah ini ada beberapa Kiat-kiat praktis keluarga sehari-hari.
15 KIAT PRAKTIS SEHARI-HARI :
Nah di bawah ini ada beberapa Kiat-kiat praktis keluarga sehari-hari.
15 KIAT PRAKTIS SEHARI-HARI :
- Saat makan pedas, terasa pedas sekali? Taruh garam dapur dalam mulut, tahan sebentar terus buang dan kumur. Maka rasa pedas langsung hilang.
- Gigi kuning? Kunyah-kunyah kacang tanah dan tahan bentar, terus gosok gigi selama 3 menit, akan terlihat dampaknya.
- Kalau ada luka kecil, terbakar atau luka kena air atau minyak panas, usap dengan pasta gigi, langsung pendarahan berhenti dan sakit reda.
- Gelas ada bekas teh yang susah hilang? Lap dengan pasta gigi biarkan sesaat, sikat dan bilas.
- Saat tetes obat mata, mulut agak terbuka sedikit, maka mata pun lebih gampang terbuka.
- Mulut terluka atau sariawan, pakai tablet vitamin C tempel di luka, setelah mencair, prinsipnya luka sudah sembuh. Jika agak parah, tambahkan dengan vitamin B2.
- Mata kemasukan debu? Pejamkan mata dan batuk dengan kuat, debu akan keluar sendirinya.
- Setelah cuci muka, jari tempeli garam halus, terus pelan-pelan pijati kedua sisi hidung, maka komedo dan kotoran hitam di pori-pori akan hilang, dan pori-pori akan mengecil.
- Jika baru saja digigit nyamuk, segera oles dengan sabun, gatal akan hilang. Untuk menghilangkan bekasnya, oleskan minyak kayu putih atau minya telon.
- Saat tenggorokan sakit, radang gusi. Pada malam hari makan semangka potong kecil-kecil bersama sedikit garam, pada saat itu keadaan akan membaik dan keesokan harinya bisa dikatakan sudah sembuh.
- Pakai hair dryer untuk meniup label sticker yg susah dilepas, saat lem sticker sudah panas, maka akan dengan mudah dilepas.
- Saat bepergian, jika takut baju tertindih kusut, setiap helai baju sebaiknya digulung saja.
- Lelah karena sendawa tidak berhenti-berhenti juga? Minum sedikit cuka, akan langsung hilang sendawanya.
- Jika mengonsumsi makanan berbau seperti bawang putih, petai dan lain-lain, makanlah beberapa butir kacang goreng. Bau pun akan segera hilang.
- Untuk menyembuhkan batuk, terutama batuk kering. Malam sebelum tidur, goreng telur dengan minyak wijen yang agak banyakan, tidak perlu tambahan bahan lain, makan saat panas, makan beberapa hari, akan segera terlihat efeknya.
Demikianlah 15 kiat-kiat praktis keluarga anda semoga bermanfaat dan semoga keluarga kita di berikan Allah sehat batiniyah maupun ruhaniyah.
AMANKAH BATERAI LAPTOP ANDA ...
Di balik kenyamanannya, laptop menyimpan masalah lawas bagi pengguna, yaitu baterai. Akhirnya, banyak yang menggunakan laptop sambil mengisi ulang baterai melalui listrik agar tetap bisa beraktivitas.
Akan tetapi, tidak sedikit pula yang memilih untuk mencopotnya dan
langsung menghubungkan laptop ke sumber listrik. Menurut Teknisi
Komputer dari Great Power Computer, Casei Bakrie, kedua cara tersebut
sebenarnya memiliki risiko terhadap kinerja perangkat elektronik itu.
Apabila memutuskan tetap memasang baterai, dalam jangka panjang baterai laptop bisa kembung dan kinerjanya mulai menurun.
"Kalau daya baterai sudah penuh seratus persen tapi masih terus di-charge, nantinya baterai akan mudah panas dan cepat drop," ujar Casei saat diwawancarai Plasadana.com untuk Yahoo Indonesia.
Sedangkan jika mencabut baterai ketika mengoperasikan laptop, risikonya justru jauh lebih besar. Sebab, listrik akan langsung menuju hardware tanpa adanya penyesuaian tenaga, sehingga komponen laptop menerima tegangan yang berlebihan.
"Apalagi kalau tiba-tiba ada pemadaman listrik. Efeknya bisa merusak mother board, hard disk, IC Power, dan beberapa komponen lain," papar dia.
Untuk meminimalisir risiko, dia menyarankan, sebaiknya baterai tetap terpasang ketika laptop dioperasikan. Namun, saat indikator power sudah menunjukan angka 99 persen sebaiknya segera cabut adaptor laptop.
Sebaliknya, apabila indikator sudah mendekati 20-10 persen, segera pasang kembali adaptornya. Sebab, kalau laptop dibiarkan mati total karena kehabisan tenaga, juga berbahaya bagi kondisi baterai.
"Biasanya akan muncul peringatan kalau tenaga baterai sudah berada di bawah 10 persen. Tapi kalau mau lebih aman, bisa pasang alarm untuk mengingatkan. Software untuk peringatan kondisi baterai banyak kok di internet," terang dia.
Namun demikian, sambung Casei, ada beberapa vendor yang sudah mengantisipasi masalah tersebut. Misal, untuk beberapa produk Lenovo biasanya sudah diatur supaya tidak bisa mengisi daya sampai 100 persen dan hanya berhenti di 99 persen.
Sedangkan untuk produk buatan Asus dan Acer, umumnya menggunakan teknologi auto switch power. Dengan begitu, arus listrik akan otomatis terputus jika tenaga yang masuk sudah mencapai batas maksimal.
"Buat laptop keluaran tahun 2013 ke atas biasanya sudah menggunakan teknologi ini, termasuk laptop yang yang memakai baterai jenis polymer,” ungkap dia.
Lebih lanjut Casei menerangkan, untuk mengetahui apakah baterai sudah mengalami kerusakan dan penurunan kinerja, dapat dilihat dari indikator power yang terletak di pojok kanan bawah layar laptop. Jika terdapat tanda silang merah ketika laptop sedang di-charge meski baterai masih terpasang, maka itu adalah gejala kerusakan baterai.
"Kalau ada tanda silang tapi baterai masih kuat bekerja selama 3-4 jam tanpa perlu diisi ulang, maka baterai masih bisa diperbaiki. Tapi, bila baterai hanya bertahan 30-40 menit tanpa tenaga tambahan, artinya kinerja baterai sudah menurun dan perlu diganti," ujarnya.
Apabila memutuskan tetap memasang baterai, dalam jangka panjang baterai laptop bisa kembung dan kinerjanya mulai menurun.
"Kalau daya baterai sudah penuh seratus persen tapi masih terus di-charge, nantinya baterai akan mudah panas dan cepat drop," ujar Casei saat diwawancarai Plasadana.com untuk Yahoo Indonesia.
Sedangkan jika mencabut baterai ketika mengoperasikan laptop, risikonya justru jauh lebih besar. Sebab, listrik akan langsung menuju hardware tanpa adanya penyesuaian tenaga, sehingga komponen laptop menerima tegangan yang berlebihan.
"Apalagi kalau tiba-tiba ada pemadaman listrik. Efeknya bisa merusak mother board, hard disk, IC Power, dan beberapa komponen lain," papar dia.
Untuk meminimalisir risiko, dia menyarankan, sebaiknya baterai tetap terpasang ketika laptop dioperasikan. Namun, saat indikator power sudah menunjukan angka 99 persen sebaiknya segera cabut adaptor laptop.
Sebaliknya, apabila indikator sudah mendekati 20-10 persen, segera pasang kembali adaptornya. Sebab, kalau laptop dibiarkan mati total karena kehabisan tenaga, juga berbahaya bagi kondisi baterai.
"Biasanya akan muncul peringatan kalau tenaga baterai sudah berada di bawah 10 persen. Tapi kalau mau lebih aman, bisa pasang alarm untuk mengingatkan. Software untuk peringatan kondisi baterai banyak kok di internet," terang dia.
Namun demikian, sambung Casei, ada beberapa vendor yang sudah mengantisipasi masalah tersebut. Misal, untuk beberapa produk Lenovo biasanya sudah diatur supaya tidak bisa mengisi daya sampai 100 persen dan hanya berhenti di 99 persen.
Sedangkan untuk produk buatan Asus dan Acer, umumnya menggunakan teknologi auto switch power. Dengan begitu, arus listrik akan otomatis terputus jika tenaga yang masuk sudah mencapai batas maksimal.
"Buat laptop keluaran tahun 2013 ke atas biasanya sudah menggunakan teknologi ini, termasuk laptop yang yang memakai baterai jenis polymer,” ungkap dia.
Lebih lanjut Casei menerangkan, untuk mengetahui apakah baterai sudah mengalami kerusakan dan penurunan kinerja, dapat dilihat dari indikator power yang terletak di pojok kanan bawah layar laptop. Jika terdapat tanda silang merah ketika laptop sedang di-charge meski baterai masih terpasang, maka itu adalah gejala kerusakan baterai.
"Kalau ada tanda silang tapi baterai masih kuat bekerja selama 3-4 jam tanpa perlu diisi ulang, maka baterai masih bisa diperbaiki. Tapi, bila baterai hanya bertahan 30-40 menit tanpa tenaga tambahan, artinya kinerja baterai sudah menurun dan perlu diganti," ujarnya.





