Bagi anda yang ingin berlibur Ke Jepara jangan lupa silahkan kunjungi pulau yang . Pulau Panjang eksotis ini yaitu pulau yang terdapat di Jepara Jawa Tengah. Pulau dengan luas 19 hektare ini berjarak 1,5 mil laut dari Pantai Kartini, Jepara.Pulau Panjang berpotensi sebagai penginapan yang mengusung go green, yaitu dengan membangun pennginapan tapi tidak merusak ekosistem pohon-pohon. Sayangnya Pemerintah Kabupaten Jepara belum memanfaatkan tersebut. Padahal di Pulau Panjang terdapat Makam Syekh Abu Bakar, sehingga jika ada resort atau vila atau penginapan disini maka para peziarah bisa ke Pulau Panjang di waktu apapun baik siang maupun malam hari karena ada fasilitas yang memadai untuk istirahat.

Pulau ini memiliki pasir putih dengan dikelilingi laut dangkal berair jernih serta memiliki terumbu karang. Bagian tengah pulau ini terdapat hutan tropis dengan pohon yang tinggi menjulang serta diselingi perdu dan semak sebagai tempat burung laut berkembang biak. Flora di pulau ini dominasi oleh pohon kapuk randu, asam jawa, dadap serta pinus.
Pulau panjang sendiri memiliki banyak fasilitas untuk mempermudah dan demi kenyamanan anda dalam berlibur diantaranya air barokah, mushola, makam syekh abu bakar, masjid,dermaga perahu wisata,warung makan serta tempat sampah organik dan an organic.
Untuk menuju ke pulau panjang silahkan anda masuk ke obyek wisata Pantai Kartini terlebih dahulu karena akses transportasi yang menyediakan setiap saat ada di sini. Lewat jalur lain bisa tetapi sangat merepotkan bagi wisatawan yang baru kenal dengan Jepara. Biaya Perahu penyeberangan Rp. 15.000,_ dan bisa ditempuh kurang lebih 10 – 15 menit dari dermaga Pantai Kartini. sedangkan untuk tiket masuknya di pulau panjang sekitar Rp.5.000,_
Jika anda ingin murah ketika jajan bawalah makanan dari luar karena harga makanan di pulau panjang sedikit mahal dari tempat biasa.
LOMBA
LINTAS ALAM KOMANDO BATALIYON “ SUNAN MURIA “ KABUPATEN JEPARA 2014
MINGGU,
20 APRIL 2014
STAR /
FINISH : Kantor Kecamatan Pakis Aji Kabupaten Jepara Jawa Tengah
Fasilitas
: piagam, Stiker, Id Card, slayer +
Piagam
MEREBUTKAN
Tropy I,
II, III Beregu Umum
Tropy I,
II, III beregu Pelajar Putra
Tropy I,
II, III beregu Pelajar Putri
Dan Uang Pembinaan
CONTACT
PERSON:
HERI
085225 702 261
ADI
089841 625 20
BB
25CD630A
PETUNJUK
PELAKSANAAN DAN FORMULIR PENDAFTARAN
TATA
TERTIB PELAKSANAAN
1. Mentaati
peraturan yang dibuat panitia dan pihak manapun demi keselamatan peserta.
2. Menghormati
adat istiadat penduduk saat menginap dan daerah-daerah yang dilalui saat
perjalanan.
3. Dilarang
merusak lingkungan hidup disepanjang rute.
4. Dilarang
membuat keributan selama kegiatan.
5. Dilarang
membawa narkoba, miras dan senjata tajam (yang dapat membahayakan diri sendiri
dan orang lain).
6. Khusus
untuk kategori pelajar wajib membawa surat keterangan sebagai siswa/i (Kartu
Pelajar/surat delegasi dari sekolah).
7. Khusus
untuk umum, tiap regu boleh campur putra/i.
8. Segala
bentuk resiko yang timbul akibat kelalian peserta dalam kegiatan ini, peserta
tidak akan menuntut apapun dari panitia.
9. Keputusan
panitia tidak dapat diganggu gugat.
PERSYARATAN
PESERTA
1. Membayar
biaya pendaftaran sebesar Rp. 15.000,-/Perorangan dan Rp. 45.000,- / Perregu
2. Membawa
perlengkapan pribadi.
3. Membawa
obat-obatan pribadi.
KATEGORI
:
- Umum Beregu
- Umum perorangan
- Pelajar putra beregu
- Pelajar putri beregu
Jarak tempuh kurangg\ lebih 36,5 km
Berita Lainnya :
NIKMATNYA LONTONG KRUBYUK, KULINER KHAS
KARIMUNJAWA
![]() |
| M4NT4PZZZZZ. |
Kepulaun Karimunjawa sebagai destinasi andalan pariwisata Jawa Tengah tidak hanya sekedar menyuguhkan pesona keindahan wisata alam. Tetapi juga mampu menggaet wisatawan lewat wisata kuliner. Seperti beragam olahan masakan berbahan dasar hasil laut.
Selain makanan hasil laut, kepulauan Karimunjawa di Kabupaten Jepara pun memiliki makanan khas lontong yang tidak kalah maknyus-nya dengan makanan lontong seperti dari Kabupaten Kudus, lontong tahu campur dan dari Kota Semarang, lontong tahu gimbal. Makanan llontong khas Karimunjawa itu adalah lontong krubyuk.
Sesuai dengan namanya, lontong krubyuk disajikan dengan banyak kuah. Krubyuk atau ngrubyuk dalam Bahasa Jawa berarti, beraktivitas (berjalan) di air atau melewati genangan air.
Diceritakan Srianto, warga Karimunjawa, semula yang berjualan lontong krubyuk di Karimunjawa adalah Asfiah. Saat kali pertama berjualan lontong, rumah Asfiah berada di tepi pantai. Jika air laut pasang, pembeli yang hendak membeli lontong di warung Asfiah harus ngrubyuk.
“Itu sebabnya diberi nama lontong krubyuk. Sampai sekarang Bu Asfiah sudah pindah ke lokasi yang lebih aman tetap saja lontong itu dinamakan lontong krubyuk,” ujar Srianto.
Seperti makanan lontong pada umumnya, lontong krubyuk disajikan dengan campuran tauge setengah matang. Lengkap dengan irisan daun seledri. Yang membedakan dengan makanan lontong lainnya, lontong krubyuk diberi suwiran daging ayam semur disiram dengan kuah bakso.
Camat Karimunjawa, Muh. Taksin, mengaku kali pertama mencicipi maknan yang satu ini langsung kepincut. Kuah panas ditambah pedasnya cabai membuat mandi keringat disaat menyantap lontong krubyuk di siang bolong.
“Lontong ini beda dengan lontong-lontong yang lain. Kuahnya seger, apa lagi dimakan siang-siang pertama datang di sini (Karimunjawa) dikenalkan sama staf saya dan langsung ketagihan,” ujar camat yang baru bertugas di Karimunjawa sejak Januari lalu.
“Lontong krubyuk hanya ada di Karimunjawa dan ini harus dikembangkan menjadi salah satu andalan wisata kulinernya Karimunjawa,” pungkas Taksin.( via jaring News - bit.ly/1gyjgtB )
resep kue ' BITTER BALLEN '
BANDARA DEWANDARU KARIMUNJAWA TERWUJUD
JEPaRa: Kegiatan tradisi sedekah bumi desa Tegalsambi tahun ini dilaksanaka pada hari senin 24 Maret 2014 dimana kegiatan sedekah bumi Tegalsambi yang dinanti adalah Perang Obornya.
Asal Mula Terjadinya Perang Obor tidak bisa diketahui secara pasti akan tetapi Konon ceritanya pada abad XVI Masehi, di desa Tegalsambi ada seorang petani yang sangat kaya raya dengan sebutan “Mbah Kyai Babadan”. Dia mempunyai banyak binatang piaraan terutama kerbau dan sapi. Untuk mengembalakannya seorang diri jelas tidak mungkin, sehingga dia mencari orang untuk jadi pengembala binatang-binatang piaraannya, dan kemudian dia mendapatkan pengembala untuk mengembala binatang-biantangnya tersebut. Penggembala tersebut sering dipanggil Ki Gemblong. Ki Gomblong ini sangat tekun dalam memelihara binatang-binatang tersebut, setiap pagi dan sore Ki Gemblong selalu memandikanya di sungai, sehingga binatang peliharaannya tersebut tampak gemuk-gemuk dan sehat. Tentu saja kyai Babadan merasa senang dan memuji Ki Gemblong, atas ketekunan dan kepatuhannya dalam memelihara binatang tersebut.
ASAL MULA TERJADINYA PERANG OBOR TEGALSAMBI
Asal Mula Terjadinya Perang Obor tidak bisa diketahui secara pasti akan tetapi Konon ceritanya pada abad XVI Masehi, di desa Tegalsambi ada seorang petani yang sangat kaya raya dengan sebutan “Mbah Kyai Babadan”. Dia mempunyai banyak binatang piaraan terutama kerbau dan sapi. Untuk mengembalakannya seorang diri jelas tidak mungkin, sehingga dia mencari orang untuk jadi pengembala binatang-binatang piaraannya, dan kemudian dia mendapatkan pengembala untuk mengembala binatang-biantangnya tersebut. Penggembala tersebut sering dipanggil Ki Gemblong. Ki Gomblong ini sangat tekun dalam memelihara binatang-binatang tersebut, setiap pagi dan sore Ki Gemblong selalu memandikanya di sungai, sehingga binatang peliharaannya tersebut tampak gemuk-gemuk dan sehat. Tentu saja kyai Babadan merasa senang dan memuji Ki Gemblong, atas ketekunan dan kepatuhannya dalam memelihara binatang tersebut.
Pada suatu hari Ki Gemblong menggembala di tepi sungai Kembangan sambil asyik menyaksikan banyak ikan dan udang yang ada di sungai tersebut, dan tanpa menyianyiakan waktu ia langsung menangkap ikan dan udang tersebut yang hasil tangkapannya lalu dibakar dan dimakan di Kandang. Setelah kejadian ini hampir setiap hari Ki Gemblong selalu menangkap ikan dan udang, sehingga dia lupa akan tugas dan kewajibannya sebagai penggembala. Dan akhirnya kerbau dan sapi yang digembala menjadi kurus-kurus dan akhirnya jatuh sakit bahkan mulai ada yang mati. Keadaan ini menyebabkan Kyai Babadan menjadi bingung, tidak kurang-kurangnya dicarikan jampi-jampi demi kesembuhan binatang-binatang piaraannya, tetapi tetap tidak sembuh juga. Akhirnya Kyai Babadan mengetahui penyebab binatang piaraannya menjadi kurus-kurus dan akhirnya jatuh sakit, tidak lain dikarenakan Ki Gemblong tidak lagi mau mengurus binatang-binatang tersebut, namun lebih asyik menangkap ikan dan udang untuk dibakar dan dimakannya.
Kejadian yang tidak
diduga dan sangat dramatis tersebut akhirnya diterima oleh masyarakat desa Tegalsambi
sebagai suatu hal yang penuh mukjizat, bahwa dengan adanya perang obor segala
jenis penyakit dapat sembuh. Pada saat sekarang upacara tradisional Perang Obor
dipergunakan untuk sarana Sedekah Bumi sebagai ungkapan rasa syukur kepada
Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan Rahmat, Hidayah serta taufikNya kepada warga
Desa TegalSambi
KLIK UNTUK VIDEO PERANG OBOR TEGALSAMBI








