KINTELAN MAKANAN KHAS
PERANG OBOR TEGALSAMBI
Nanti malam Warga Tegalsambi
melaksanakan pesta Desa yaitu Perang Obor . Dimana perang obor adalah salah satu
kebudayaan di Jepara karena Perang obor ini sudah di masukkan sebagai kebudayaan
Warga Jepara oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Jepara. Perang obor ini ada setiap
Tahunnya ketika warga Tegalsambi Melaksanakan Sedekah Bumi atau disebut juga KABUMI.
Dari Runtutan acara ada salah satu yang banyak dilupakan atau belum di ketahui
oleh masyarakat tentang menjalin hubungan sosial dari warga setempat.
Pada zaman dahulu untuk memper Erat kekeluargaan baik tetangga dengan tetangga
maupun dengan tamu ketika berkunjung kerumah kerabat saat pelaksanaan Sedekah
Bumi.
Untuk menjalin Silaturahmi warga Tegalsambi setiap ada sedekah bumi mereka
saling bertukar makanan khas Tegalsambi yakni KINTELAN. raSaNYa yahut bikin
blenger dan nagehi. Namun Di era modern ini Kintelan sangat sedikit yang
membuatntnya karena masyarakat tegalsambi sekarang suka yang praktis tinggal
beli.
Untuk menikmati kintelan anda
cukup membeli Rp.1000,- perbijinya karena makanan ini hanya setahun sekali adanya.
Seperti apa kintelan itu... langsung saja lihat fotonya aja ya......
Berta Lainnya
MIN Bawu Jepara Juara I se-Indonesia
Jakarta: Minggu, 2 Maret 2014 Corp Marching Band “CMB KAINIMA” (Kami Anak Indonesia Ingin Maju) telah meraih prestasi juara umum pertama di GOR POPKICibubur Jakarta, dalam Ajang Prestasi Marching Band TK dan SD se-Indonesia yang ke – IX “Marching in Harmoni 2014” dilaksanakan pada Sabtu dan Minggu, 1-2 Maret 2014. CMB KAINIMA berhasil meraih piala tetap Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI dan piala bergilir Kementerian Pemuda dan Olah Raga RI.
Sebelum berangkat ke Jakarta, pada hari Selasa tanggal 25 Februari 2014 Bapak Bupati Jepara KH. Marzuqi, S.E. di dampingi Kakankemenag Kab. Jepara Bapak Drs. H. Muhdi, M.Ag, melepas “CMB KAINIMA”MIN Bawu Batealit Kabupaten Jepara Provinsi Jawa tengah, dalam acara Pentas Pamit sekaligus pelepasan di Aula MIN Bawu, dihadiri oleh pejabat-pejabat di lingkungan Pemerintah Kab. Jepara dan para wali pemain CMB KAINIMA. Pada acara pelepasan tersebut ditandai dengan penyerahan bendera kesuksesan oleh Bupati Jepara kepada Field Comander Hayyun Safinatul Abror siswi kelas 5A di Aula MIN Bawu.
Dalam Ajang Prestasi Marching Band, CMB KAINIMAmenampilkan pagelaran dengan tema “ From Jepara With Love ” dari karya-karya Chryse dan Titik Puspa yang dikemas dalam visualisasi gerak dan komposisi nada yang terdiri dari Anak Jalanan (Chryse), Surat Cinta (Chryse), Hidup untuk Cinta (Titik Puspa), Percusion Future (Sidqon), adapun Aransemen dan koreografi dikerjakan oleh Tim Pelatih (H. Nurdin Nasir and friend’s)
Sudah kesekian kali “CMB KAINIMA” MIN Bawu telah meraih berbagai prestasi baik tingkat regional maupun nasional, tapi kali ini adalah prestasi paling tinggi sebagai juara umum 1 se Indonesia. CMBKAINIMA dalam penampilannya di Jakarta berhasil memukau ribuan penonton dari seluruh nusantara.CMB KAINIMA satu-satunya peserta marching band tingkat SD di Indonesia yang menggunakan alat tiup brass (terompet, mellopone dan baritone). Adapun urutan kejuaraannya adalah sebagai juara Umum I adalah CMB KAINIMA MIN Bawu Jepara prov. Jateng dengan total nilai 84,23. Peringkat kedua dari SD Al-Bayan Islamic School DKI Jakarta dengan total nilai 81,07, Juara ketiga dari SDN Kutapohachi Kerawang Prov. Jawa Barat dengan total nilai 75,47, sedangkan juara keempat diraih SDN Kartika Persid Lampung dengan total nilai 74,70.
Kepala MIN Bawu, Drs. Mustam yang selalu mendampingi, merasa bangga dan bersyukur kepada Allah SWT, serta berterima kasih kepada Bupati Jepara, KaKankemenag Kab. Jepara, Camat Batealit, Komite Madrasah, sponsorsip dan semua pihak yang telah mendukung demi tercapainya prestasi CMBKAINIMA. Semoga “CMB KAINIMA” MIN Bawu Jepara ke depan semakin oke!” Tutur Moh. Sahal selaku ManagerCMB KAINIMA MIN Bawu. ( via Jateng Kemenag )
JEPaRa: Kegiatan tradisi sedekah bumi desa Tegalsambi tahun ini dilaksanaka pada hari senin 24 Maret 2014 dimana kegiatan sedekah bumi Tegalsambi yang dinanti adalah Perang Obornya.
Asal Mula Terjadinya Perang Obor tidak bisa diketahui secara pasti akan tetapi Konon ceritanya pada abad XVI Masehi, di desa Tegalsambi ada seorang petani yang sangat kaya raya dengan sebutan “Mbah Kyai Babadan”. Dia mempunyai banyak binatang piaraan terutama kerbau dan sapi. Untuk mengembalakannya seorang diri jelas tidak mungkin, sehingga dia mencari orang untuk jadi pengembala binatang-binatang piaraannya, dan kemudian dia mendapatkan pengembala untuk mengembala binatang-biantangnya tersebut. Penggembala tersebut sering dipanggil Ki Gemblong. Ki Gomblong ini sangat tekun dalam memelihara binatang-binatang tersebut, setiap pagi dan sore Ki Gemblong selalu memandikanya di sungai, sehingga binatang peliharaannya tersebut tampak gemuk-gemuk dan sehat. Tentu saja kyai Babadan merasa senang dan memuji Ki Gemblong, atas ketekunan dan kepatuhannya dalam memelihara binatang tersebut.
ASAL MULA TERJADINYA PERANG OBOR TEGALSAMBI
Asal Mula Terjadinya Perang Obor tidak bisa diketahui secara pasti akan tetapi Konon ceritanya pada abad XVI Masehi, di desa Tegalsambi ada seorang petani yang sangat kaya raya dengan sebutan “Mbah Kyai Babadan”. Dia mempunyai banyak binatang piaraan terutama kerbau dan sapi. Untuk mengembalakannya seorang diri jelas tidak mungkin, sehingga dia mencari orang untuk jadi pengembala binatang-binatang piaraannya, dan kemudian dia mendapatkan pengembala untuk mengembala binatang-biantangnya tersebut. Penggembala tersebut sering dipanggil Ki Gemblong. Ki Gomblong ini sangat tekun dalam memelihara binatang-binatang tersebut, setiap pagi dan sore Ki Gemblong selalu memandikanya di sungai, sehingga binatang peliharaannya tersebut tampak gemuk-gemuk dan sehat. Tentu saja kyai Babadan merasa senang dan memuji Ki Gemblong, atas ketekunan dan kepatuhannya dalam memelihara binatang tersebut.
Pada suatu hari Ki Gemblong menggembala di tepi sungai Kembangan sambil asyik menyaksikan banyak ikan dan udang yang ada di sungai tersebut, dan tanpa menyianyiakan waktu ia langsung menangkap ikan dan udang tersebut yang hasil tangkapannya lalu dibakar dan dimakan di Kandang. Setelah kejadian ini hampir setiap hari Ki Gemblong selalu menangkap ikan dan udang, sehingga dia lupa akan tugas dan kewajibannya sebagai penggembala. Dan akhirnya kerbau dan sapi yang digembala menjadi kurus-kurus dan akhirnya jatuh sakit bahkan mulai ada yang mati. Keadaan ini menyebabkan Kyai Babadan menjadi bingung, tidak kurang-kurangnya dicarikan jampi-jampi demi kesembuhan binatang-binatang piaraannya, tetapi tetap tidak sembuh juga. Akhirnya Kyai Babadan mengetahui penyebab binatang piaraannya menjadi kurus-kurus dan akhirnya jatuh sakit, tidak lain dikarenakan Ki Gemblong tidak lagi mau mengurus binatang-binatang tersebut, namun lebih asyik menangkap ikan dan udang untuk dibakar dan dimakannya.
Kejadian yang tidak
diduga dan sangat dramatis tersebut akhirnya diterima oleh masyarakat desa Tegalsambi
sebagai suatu hal yang penuh mukjizat, bahwa dengan adanya perang obor segala
jenis penyakit dapat sembuh. Pada saat sekarang upacara tradisional Perang Obor
dipergunakan untuk sarana Sedekah Bumi sebagai ungkapan rasa syukur kepada
Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan Rahmat, Hidayah serta taufikNya kepada warga
Desa TegalSambi
KLIK UNTUK VIDEO PERANG OBOR TEGALSAMBI






